Konsumen Italia Gemar Belanja

Konsumen Italia Gemar Belanja Online Gunakan Bitcoin daripada Visa. Menurut data terbaru dari perusahaan analisis pemasaran SEMRush, Bitcoin Berjangka CME merupakan metode pembayaran daring nomor tiga yang paling disukai di Italia.

Bitcoin menduduki posisi ketiga di belakang PayPal dan Postepay dalam daftar metode sistem pembayaran daring yang paling digemari di Italia. Berdasarkan data perusahaan analisis pemasaran yang berbasis di Boston, SEMRush.

Menurut berita yang dilansir Cointelegraph Jumat (01/11), untuk berbelanja online warga Italia lebih banyak menggunakan Bitcoin.  Kartu kredit konvensional, seperti Visa, Mastercard atau American Express.

Bitcoin telah digunakan lebih dari 215.800 kali per bulan untuk melakukan pembelian online di Italia, sedangkan American Express digunakan sebanyak 189.000 per bulan. Visa, Mastercard, dan kartu kredit lainnya tertinggal dengan hanya mencapai 33.950 transaksi online per bulan.

Layanan pembayaran daring yang berbasis di California yakni PayPal tetap menjadi pilihan berbelanja online di Italia.  Jumlah transaksi pembayaran sekitar 1,3 juta per bulan. Prosesor pembayaran Italia PostePay menyusul dengan jumlah transaksi bulanan hampir 1,2 juta.

Yang perlu diperhatikan adalah bahwa data tersebut tidak memperhitungkan jumlah akun Paypal dan PostePay yang ditautkan pada kartu kredit.

Laporan juga menulis bahwa pada tahun 2018 total belanja e-commerce bisnis-pelanggan mencatatkan nilai lebih dari 40 miliar euro dan 62% warga Italia berbelanja online setidaknya satu kali pada tahun itu.

Konsumen Italia Gemar Belanja Online : Berawal dari sini

Bitcoin: Sistem Uang Elektronik Peer-to-Peer yang diterbitkan pada 31 Oktober 2008 – menjabarkan protokol peer-to-peer. Berdasarkan sistem dan desentralisasi yang dapat melacak dan memverifikasi transaksi digital, mencegah pengeluaran ganda. Menghasilkan catatan transparan bagi siapa pun untuk menginspeksi dalam waktu yang hampir bersamaan.

Protokol mewakili sistem yang diamankan secara kriptografis – berdasarkan pada algoritma Proof-of-Work (PoW) – di mana Bitcoin. (BTC) “ditambang” untuk mendapatkan hadiah oleh masing-masing node dan kemudian diverifikasi oleh node lain dalam jaringan yang didesentralisasi.

Sistem ini berisi kemungkinan untuk mengatasi kebutuhan perantara seperti bank dan lembaga keuangan untuk memfasilitasi dan mengaudit transaksi. Gangguan besar pada bidang kekuasaan keuangan terpusat yang dimonopoli secara diam-diam!

Sebelas tahun kemudian, Bitcoin secara konsisten membuat rekor baru untuk tingkat hash jaringannya – ukuran kekuatan komputasi. Keseluruhan yang terlibat dalam memvalidasi transaksi pada blockchain pada waktu tertentu.

Jaringan yang lebih besar dapat membuktikan pengakuan luas akan potensi keuntungan dari penambangan Bitcoin.

Pada pertengahan bulan ini, data jaringan mengungkapkan bahwa sejak pembuatan blok pertama pada blockchain Bitcoin pada 3 Januari 2009. Dikenal dalam bahasa yang lebih teknis sebagai ” blok genesis ” – penambang telah menerima pendapatan gabungan dkikisaran $ 15 miliar.

Sebelas tahun berlalu, misteri yang menyelimuti penulis white paper BTC itu tetap tidak bisa ditembus seperti sebelumnya. Mereka yang berada di dalam dan tanpa komunitas kripto mulai berusaha untuk menentukan identitas Nakamoto sejak Oktober 2011. Beberapa bulan setelah sosok misterius itu pertama kali memilih diam / menghilang.

Konsumen Italia Gemar Belanja Online Gunakan Bitcoin daripada Visa